PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



LPDP, Aku Padamu-Part 2

14 September 2016 by Viki Wulandari


H+1 (19 Agustus 2016)


Pukul 7.00 pagi saya sudah ada di Polsek Tamalanrea dan petugasnya belum datang. Tak apa saya menunggu. Jam 7.30 pas, pak polisi yang bertugas mengurus penganta SKCK akhirnya datang dan tidak cukup 15 menit, urusan selesai. Saya segera meluncur ke Polda di Daya. Saya belum pernah ke Polda Sulsel selama ini, hanya berpedoman rambu lalu lintas di jalan dan bertanya saya ke sana dan masuk.


Pengurusan SKCK ada di lantai 3. Saya segera bergegas. Sesampainya di lantai 3, saya diberi borang pengisian dan saya disuruh kembali ke lantai 1 untuk pengambilan rekam sidik jari. Setelah sidik jari saya diambil, saya kembali ke lantai 3. Saya menunggu kurang lebih 15 menit, semuanya selesai. Alhamdulillah ya Allah. Saya langsung ke GKN saat itu juga.


Sesampainya di GKN, saya ke meja presensi untuk scan barcode kehadiran lagi setelah itu duduk mengantri untuk ke meja verifikasi memperlihatkan bahwa saya benar-benar datang memenuhi janji membawa SKCK. Dan stempel verifikator akhirnya saya dapatkan. Itu adalah tiket untuk menghadap ke interviewer.


Rasa gelisah menanti panggilan wawancara itu menyebalkan. Semakin lama, bukan semakin berkurang, malah memuncak. Tiba giliran saya dipanggil untuk wawancara. Saat itu saya ingat sekali, hari Jumat, 45 menit sebelum jam 12 siang. Saya dipanggil dan menghadapi 3 orang pewawancara hebat.


Pertama-tama mereka memperkenalkan diri dan memberitahu saya prosedur yang akan dijalani seperti adanya rekaman dan beberapa pertanyaan di awal akan menggunakan bahasa Inggris. Saya mendapat meja 6. Pewawancara saya ada Bapak Heru, Bapak Indra Jaya dan Ibu Sri. Saya tidak tahu mereka berasal dari kampus mana, karena tidak disebutkan. Saya akan meringkas beberapa pertanyaan mereka secara garis besar:


  • Pertama-tama perkenalkan diri kamu (in English)
  • Apa yang akan kamu lakukan nanti kalau kamu diterima (in English)?
  • Penelitian macam apa (in English)?
  • Karena saya ambil dalam negeri, makanya ditanya kenapa gak keluar negeri padahal bahasa Inggris kamu bagus(in English)?
  • Penelitian kamu apa sih gunanya buat masyarakat (in Bahasa)?
  • Selama ini penelitian itu siapa yang pernah kamu tau?
  • Sudah pernah hubungi pihak kampus terkait pendaftaran atau kontak profesor di kampus tujuan? Kalau belum, kenapa? Kalau sudah, mana buktinya?
  • Apa sih kegagalan terbesar yang pernah kamu alami? Gimana cara mengatasinya?
  • Pernahkah kamu melakukan sebuah adaptasi terhadap masyarakat sekitar? Kapan? Pas apa? Trus gimana caranya?
  • Saya melampirkan prestasi menerima dana hibah penelitian dari DIKTI, saya ditanya-tanya tentang hal itu juga. Ceritakan saja, enjoy!
  • Orang tuamu gimana kalau kamu jauh?
  • Kalau misalnya 10 tahun ke depan kita ketemu lagi, kira-kira kamu sudah jadi apa Vik? (Jeduuuuaaarrr!!! Hayo jadi apa prokk…prokk…prook!)
  • Trus kalo misalnya kamu gak jadi kayak gitu, kamu mau apa?
  • Ceritakan organisasimu. Eh, kamu banyak bener ini organisasi dan prestasinya. Ini gimana bagi waktunya?
  • Asalmu daerah mana? Kok tempat lahirmu Sidomukti. Itu daerah mana sih? Potensi daerah lahirmu dengan penelitianmu nanti ada atau gak?
  • The last question : Give me 3 words which can explain tour self! Saya nganga sebentar, mikir. Dan jawab sekenanya.


Bapak yang di tengah, pak Indra Jaya kemudian menyampaikan kata-kata penutup dan mengulurkan tangan mengajak saya bersalaman sambil berkata, “Good Luck yaaa!” dengan senyum yang sumringah. Saya gugup luar biasa waktu itu gegara last question gila. Astagfirullah. Saya tidak berjabat tangan dengan bapak-bapak tadi. Ibu Sri saja yang saya jabat tangannya dan menangkupkan tangan sambil cengar-cengir dan ngacir sambil berucap salam. Saya lupa minta maaf, untung gak lupa ucap salam. Sampai di luar, kelegaan saya tumpah ruah. Akhirnya semua tahap sudah terlewati hari itu. Malamnya saya bisa tidur dengan pulas.


Pengumuman seleksi substansi diumumkan 9 September 2016, tepat 10 hari sebelum walimatul ‘urs saya dihelat. Alhamdulillah kabar baik datang bertubi-tubi dengan kelulusan yang disampaikan oleh LPDP melalui email dan portal. Selain juga senang menerima kabar kelulusan LPDP ini, beberapa teman kami harus ada yang tersisih. Akhirnya setelah mengalami banyak kepahitan, manisnya hasil membuat lupa rasa pahit yang kemarin-kemarin. Semuanya terbayar lunas dan kini telah sah menjadi bagian dari keluarga besar LPDP. Maka perayaan cinta, akan semakin semarak dengan tergabungnya kami sebagai awak kapal pembawa obor perubahan di badan kapal dalam mengelola keuangan negara untuk investasi pendidikan.


Poin penting yang ingin saya sampaikan, perbaiki niat dan persiapkan segalanya dengan matang. Jangan hanya karena mengejar batch ini dan tergesa-gesa. Untuk apa mengejar batch lalu persiapan belum matang dan maksimal. Jangan lupakan bahwa pertolongan Allah kadang ada di detik-detik terakhir perjuangan. Dia mungkin lambat memberi pertolongan, tapi ingalah Dia tidak pernah terlambat, berhusnuzhon saja terus. Jangan melihat keberhasilan orang hanya sebelah mata. Bagaimana kau bisa mempelajari keberhasilan orang lain tapi sebelah matamu masih tertutup? Bukalah! Jangan pernah remehkan dan menganggap dia lebih rendah daripadamu, dan jangan hanya pandang keberhasilannya tanpa kau tahu susah payahnya. Jangn meminta suka kalau tidak berani berduka. Semoga urusan kita semua dilancarkan dan diberkahi. Aamiin.


Tags : LPDP, Scholarship, Beasiswa, Kemenkeu,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


LPDP, Aku Padamu-Part 1 ⟶


Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020
Ladies, Be Smart (And Beautiful)! 25 Mei 2020
Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah 21 Mei 2020
Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Jangan Sedih Girls. Masih Bisa Lakukan Ini! 19 Mei 2020
[Review] What Happened To Monday: Sebuah Refleksi Pentingnya Menancapkan Visi Untuk Keluarga 19 Mei 2020
Ingat-Ingat Bayar Zakat! 18 Mei 2020
Merapal Doa Sebelum Ia Tiada 17 Mei 2020
Lebaran Hemat? Bisakah? 16 Mei 2020
Kali Ini Kau Kujelang Dengan Kesendirian 15 Mei 2020
Mudik? Yay or Nay? 14 Mei 2020
Dalam Deru Rindu Yang Menggebu 13 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :