PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



Bekal Untuk Suami

01 Juli 2020 by Viki Wulandari


Semalam waktu aku gopoh pas Buya bilang besok akan masuk kerja (dan dia mau bawa bekal), gak sengaja ndilalah di timeline-ku kebaca tentang cuitan thread yang lagi rame. FYI buat yang belum tahu, tweet yang sedang kubicarakan ini tentang seorang istri yang rajin bikin bekal buat suaminya, lalu dibully nitizen yang merasa bahwa itu adalah salah satu 'perbudakan' dalam rumah tangga. Hehe


"A happy house wife anj**g. We shouldn't threated a man like that"


"Bayangin lo buat masakan buat swamik lo sebegitu wow nya masakan ampe sekali buat bekel 200 rebu abis itu 3 bulan kemudian dia slengki wow"


"I don't think anybody should be this nice to a man"


"Harus banget apa bekal buat suami, suami bekelin istri gaada gitu *sigh*


"Agree. Like being loyal to em for what? Useless"


Sabar.. Sabar.. Kita seloww aja ya, buk?!


Tarik napas duluuu 😁


Kalau gitu doang dibilang berlebihan, halo apa kabar saya yang sejak pengantin baru, kuliah, sampai sekarang masih suka bawain bekal do'i? Bucin level atas dong saya ini. Wkwkwk


Vik, kuliah kan? Alhamdulillah.


Vik, punya pemasukan nggak? Alhamdulillah lagi. Gini-gini punya kok petak-petak tanah dari nabung recehan sendiri.


Berpendidikan dan berpenghasilan tidak lantas menjadikan saya merasa terinjak-injak hanya karena mengerjakan pekerjaan rumah, mengasuh anak, apalagi cuma sekelas membuatkan bekal buat suami. Ketjillll.


Baca juga Gaudeamus Igitur


Ya memang persoalan menikah, merawat rumah tangga dan mengerjakan semua kerepotan di dalamnya itu nggak semua orang mau menerima seutuhnya. Dan menurutku pribadi, nggak apa-apa juga kalau misal ada yang berpikir bahwa laki-laki itu tidak layak untuk dapat perlakuan 'terlalu istimewa' (menurutnya) macam dibawain bekal. Tapi ngata-ngatain orang yang tidak sependapat dengan kita itu tidak baik. Apalagi hanya sesepele pilihan, yang kalau beda pilihan juga gak bikin kita rugi. Yakan?


Barangkali di kehidupannya, para nitizen itu hanya menemui para lelaki bedebah yang kebetulan brengsek, makanya menggeneralisir bahwa laki-laki di dunia ini tidak ada yang pantas untuk dilayani sedetail itu. Mungkin saja.


Membaca thread itu lalu ada yang mengait-ngaitkan dengan feminis. Kalau aku ditanya, "Kamu feminis?" Kujawab, "Feminis yg kamu maksud itu apa dulu. Kalau yang bilang wanita harus setara dan sama dengan laki-laki, aku jelas bukan. Tapi kalau feminis di kepalamu itu tentang hak perempuan yang bisa bebas punya pilihan, aku ini feminis".


Baca juga Viral Gaji 80 juta/bulan Masih Mobat Mabit di Hantam Covid


Salah satunya termasuk bebas untuk memilih menjadi ibu rumah tangga atau menjadi wanita yang bekerja di luar, juga memilih kuasa atas tubuhnya dengan berhijab. Katanya feminis memperjuangkan kebebasan, tapi ketika ada perempuan yang dengan sadar MEMILIH untuk tinggal di rumah dan membuatkan bekal buat suaminya, situ nyinyir. Ada perempuan yang MEMILIH untuk menutup tubuhnya, dikatain konservatif, kadrun dan mabok agama. Lha terus feminis macam bagaimana yang sedang kamu pikirkan?


Dan satu lagi,


Barangkali yang bully itu belum pernah melayang-layang saking senangnya lihat orang yang dicintai makan dengan lahap dan masakan kita dikangenin. Plus bonus dipamerin ke teman-teman sekantornya. Masyaallah... Uwwu gitu lho rasane gaes. 😍


Kudo'ain semoga suatu saat bisa juga merasakan yang kayak gitu deh. Bahagianya gak kalah sama dibisikin, "Nih aku belikan iPad Air buat kamu". Eaaaaa


Maaf status ini mengandung bibit kode penuh makna, ya Buya.


. *sungkem 🙏


Tags : bekalsuami, bekal, twitter,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


⟵ Nursery Room yang Dirindukan Dimsum Anti GTM-GTM Club ⟶


Purna Tugas 23 Januari 2021
Lelaki Superpower 12 Januari 2021
Dua Tahun (Merasa) Memiliki 20 Desember 2020
Cerita Kondangan ‘Melanggar Hukum’ 14 Desember 2020
Nursery Room yang Dirindukan 03 Desember 2020
Dimsum Anti GTM-GTM Club 12 Agustus 2020
Cinta di Perjalanan 03 Agustus 2020
Berkurban, Bukan Potong Sapi 31 Juli 2020
Pola Asuh Lintas Generasi 07 Juli 2020
Bekal Untuk Suami 01 Juli 2020
Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :