PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



Cerita Kondangan ‘Melanggar Hukum’

14 Desember 2020 by Viki Wulandari


Tadi siang saya menghadiri undangan pernikahan teman suami di kantor. Awal masuk, saya lega karena menjelang waktu sholat makanya sound dimatikan. Saya baru sadar bahwa itu adalah area masjid, jadi pantas kalau sunyi senyap di jam begitu. Tapi 10 menit kemudian, penyanyi dan iringan musiknya sudah mulai check sound. Makanan saya belum habis karena nyambi nyuap Humaira jadi plus kejar-kejaran dikit.


“Apakah aku telah melanggar hukum bila mencintai suami orang lain?”, dendang sang biduan.


 Entah kenapa saya tertarik dengan liriknya. Berani juga, pikirku.


“Tapi harus bagaimana aku terlanjur cinta sehingga aku rela walau jadi madunya, andai nanti aku ketahuan istrinya”, lanjutnya.


Laa haula wa laa quwwata ila billah.


Buru-buru aku menghabiskan sisa nasi biar bisa cepat-cepat cabut dari TKP. Kadang ya, aku bingung. Kenapa tidak memilih lagu yang kasmaran-kasmaran gitu, kan suasananya lagi bahagia tuh. Dari banyaknya lagu kok ya, yang itu yang dibawain. Apa memang sengaja biar kutulis di blog ku dan jadi tenar. *eh
Aku jadi salah sikap.


Ya gimana ya. Kalau mata masih bisa merem. Kalau hidung masih bisa tahan napas. Lha kalau telinga gimana caranya? Mau gak mau kan tetap dengar juga. Yassalamm!


-----------------------------------


Wahai emak-emak...


Kita mungkin merasa aman karena rumah tangga kita baik-baik saja. Kita mungkin masih merasa biasa saja menanggapi yang model beginian. Mungkin sekarang kalian menganggap orang yang kritis hanya karena lagu itu berlebihan. Dan mungkin saja kita selamat menjaga rumah tangga dari prahara, tapi bagaimana anak-anak dan generasi selanjutnya jika perselingkuhan dianggap sebagai hal yang biasa?


Iya sekarang di drama-drama Korea dan media masih memberi peran antagonis kepada para pelakor. Tapi kelak jika tukang selingkuh itu sudah diberikan tempat dan menjalani peran protagonis, terus gimana? Apakah standar baik-buruk, terpuji-tercela, dan halal-haram akan mengikut pada opini masyarakat dan tidak lagi berdasar pada hukum Allah?


Rasanya saat ini gak cukup hanya bilang, “Yang penting ngurusi diri sendiri, sisanya diserahkan ke masing-masing individu”.


------------------------


Pas pulang, di jalan ada lagi pete’-pete’ yang muter lagu itu kenceng pake banget


“Adakah undang-undang yang melarangnya? Katakanlah aku melanggar pasal berapa”.


Kan asyeeemmmm!


Tags : Selingkuh, Dangdut, #melanggarhukum,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


Nursery Room yang Dirindukan ⟶


Purna Tugas 23 Januari 2021
Lelaki Superpower 12 Januari 2021
Dua Tahun (Merasa) Memiliki 20 Desember 2020
Cerita Kondangan ‘Melanggar Hukum’ 14 Desember 2020
Nursery Room yang Dirindukan 03 Desember 2020
Dimsum Anti GTM-GTM Club 12 Agustus 2020
Cinta di Perjalanan 03 Agustus 2020
Berkurban, Bukan Potong Sapi 31 Juli 2020
Pola Asuh Lintas Generasi 07 Juli 2020
Bekal Untuk Suami 01 Juli 2020
Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :