Cinta di Perjalanan

03 Agustus 2020 by Viki Wulandari


Ada yang bilang, "Muda tuh nabung dulu, jalan-jalan entar kalau sudah tua, sudah pensiun dan menikmati waktu berdua lebih banyak". Mungkin benar, tapi bagi kami berdua, jalan saat tubuh masih bugar itu beda banget dengan nanti kalau tua, jalan dengan budget yang dibatas-batasi itu beda challenge-nya dengan luxury trip yang mahal tapi bahkan rute selanjutnya pun diaturkan oleh orang lain. Meski kami juga mengusahakan itu di hari tua kelak jika panjang umur.


Perjalanan hakikatnya mengenalkan pada kesejatian karakter yang spontan, kebodohan yang tidak dibuat-buat, kepolosan yang murni, hingga tingkah yang membuat kita terpesona. Semakin lama kita berinteraksi, semakin banyak karakter yang bisa merekatkan.


Baca juga Kenapa Menikah Dengan Yang Selevel?


Ketika kita dalam perjalanan, akan ada saja hal yang membuat kita bisa membaca dengan jelas bagaimana sikapnya ketika kita mendadak blo'on saat membaca maps, saat dia jatuh tersandung batu, atau bahkan ketika napas kita tersengal lelah mengikuti langkahnya yang berderap terlalu cepat. Begitulah kadang-kadang ujian di perjalanan menguji kita.


Sifat-sifat asli akan muncul. Coba juga perhatikan saat kendaraan kehabisan bahan bakar di tengah jalan, mari kita lihat seberapa tahan dia untuk tidak ngomel? (Jawaban sudah tidak perlu diragukan ๐Ÿ˜‚)


Akan terlihat dua sisi, baik dan buruk yang dimilikinya. Jangan lupa untuk menyikapi keduanya dengan bijak, melihat kekurangan dan kelebihan secara berimbang.


ุง ูŠูŽูู’ุฑูŽูƒู’ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŒ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู‹ ุฅู†ู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฎูู„ูู‚ู‹ุง ุฑูŽุถููŠูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุขุฎูŽุฑูŽ


“Hendaklah seorang mukmin tidak membenci seorang mukminah, jika dia tidak menyukai perangainya niscaya dia menyukai (hal) yang lainnya.” (H.R. Muslim)


Perjalanan akan memberi banyak bekal perkenalan dan mengajarkan cara berperilaku terhadap pasangan. Dari sana, setelahnya akan ada program untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka dan hubungan yang semakin erat.


"...Pilihlah teman sebelum memilih jalan, dan siapkan bekal sebelum berangkat"...


(H.R Al-Khathib, Qubasun min Nuuri Muhammad)


Jalan #NantiSaja, sekarang #DiRumahSaja


Jalan #NantiSaja, sekarang #TentukanDuluPasangannya


Tags : perjalanan, travelling,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


⟵ Dimsum Anti GTM-GTM Club Berkurban, Bukan Potong Sapi ⟶


Tim Kaesang atau Tim (Mamaknya) Felicia? 09 Maret 2021
Purna Tugas 23 Januari 2021
Lelaki Superpower 12 Januari 2021
Dua Tahun (Merasa) Memiliki 20 Desember 2020
Cerita Kondangan โ€˜Melanggar Hukumโ€™ 14 Desember 2020
Nursery Room yang Dirindukan 03 Desember 2020
Dimsum Anti GTM-GTM Club 12 Agustus 2020
Cinta di Perjalanan 03 Agustus 2020
Berkurban, Bukan Potong Sapi 31 Juli 2020
Pola Asuh Lintas Generasi 07 Juli 2020
Bekal Untuk Suami 01 Juli 2020
Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :