PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



Merapal Doa Sebelum Ia Tiada

17 Mei 2020 by Viki Wulandari


Mentari setiap pagi mengabarkan bahwa Ramadan akan segera pergi. Ia akan segera bergegas kembali, membawa cakupan amal manusia di bulan Ramadan ini. Ramadan akan segera berakhir, tak cukup setengahnya lagi. Entah masihkah berjumpa lagi pada wajah Ramadan tahun depan. Entah masih bersamakah dengan dia yang tercinta pada Ramadan akan datang. Sebelum ia benar-benar pergi dan berganti dengan suka cita kemenangan atas hawa nafsu, biarkan rapalan do’a-do’a menguntai, memohon untuk takdir baik di akhir-akhir Ramadan seperti ini.


Banyak semoga yang diharapkan, banyak do’a-do’a yang dirapalkan. Tak mengapa, sebab Tuhanku suka jika dipinta.


Semoga Tahun Ini Adalah Ramadan Pembelajaran


Tak kurang-kurangnya aku selalu mengingatkan pada diriku sendiri bahwa ujian dan musibah itu sesungguhnya untuk mengajarkan kepada kita tentang arti sabar dan syukur. Ujian dan musibah itu mengajarkan banyak hal dan kita sudah selayaknya mengambil pelajaran dari sana. Ramadan tahun ini rasanya penuh dengan ujian. Ujian keimanan, ujian pandemi, ujian hawa nafsu, dan ujian-ujian yang datang bertubi-tubi layaknya derasnya air. Tapi bukankah dengan derasnya air, justru bisa membasuh banyak noda dan keburukan dalam diri kita?


Doa Ramadan


Ramadan tahun ini kita harusnya layak menjadi pemenang, karena dengan banyaknya ujian yang datang menandakan kelas iman kita akan naik tingkat. Setelah pandemi dan ujian-ujian ini berlalu, kita harus menjadi kupu-kupu yang lulus dari ujian menjadi kepompong.


Baca Setelah Covid-19 Berlalu, Kita Bagai Kepompong Yang Berubah Menjadi Kupu-Kupu


Semoga Ramadan Ini Berakhir Indah


Setelah banyaknya kepayahan yang kita lalui, yakinlah kita akan menemui berkas cahaya di ujung jalan yang gelap. Akhir Ramadan ini semoga menjadi indah dan berseri, sebagaimana hati kita yang harusnya bersih setelah sebulan penuh menahan nafsu, dibersihkan lahir dan batinnya. Akhir Ramadan yang indah, adalah Ramadan yang berakhir dengan kesan baru untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.


Baca juga Mumpung Bulan Berkah, Yuk Lakukan Hal Berfaedah!


Jika Ramadan pergi lantas kita tidak mendapatkan pembelajaran apa-apa, aduhai sungguh merugi kita. Disaat orang lain membawa oleh-oleh saat Ramadan pergi, kita justru tidak mendapatkan apa-apa, maka harusnya hati kita bersedih. Makanya sebelum Ramadan benar-benar pergi, ayok kita kencangkan ikat pinggang untuk mengejar ketertinggalan yang tinggal beberapa hari lagi ini. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan.


Semoga Berjumpa Kembali


Ini adalah misteri yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Entah tahun depan masih berjumpa lagi atau tidak. Ketika Ramadan pergi, aku selalu dibayangi hal ini, apakah ini Ramadan terakhirku? Bagaimana jika tahun depan aku tidak sempat lagi bertemu dengannya? Aku masih mau memperbaiki kesalahan-kesalahan dan kelalaian di bulan Ramadan sebelumnya.


Semoga Ramadan Selanjutnya Lebih Baik


Do’a-do’a yang terucap semuanya akan didengarkan oleh Allah. Semuanya akan menjadi pengetuk pintu langit yang hebat. Bayangkan jika ada banyak kumpulan orang yang berdoa dengan pinta yang baik-baik, insyaallah semuanya akan bisa memperbaiki keadaan secepatnya.


Baca Merajut Do’a Ramadan Selanjutnya


Ramadan adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa. Jangan kalap ketika berbuka, karena pada saat itu, do’a-do’a menjadi makbul untuk diijabah. Sempatkan untuk berdoa kebaikan untuk bulan selanjutnya dan semoga amalan-amalan kita di Ramadan tahun ini menjadi berkah dan diterima sebagai amal yang baik.


Ramadan berikutnya semoga kita bisa berjumpa lagi dengan keadaan yang jauh lebih baik dari sekarang. Keadaan yang membuat kita nyaman dan lebih leluasa mengenang istimewanya Ramadan dan lebaran di kampung halaman karena tahun ini rencana mudik telah gagal total.


Baca Mudik? Yay or Nay?


Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita bisa kembali menjalani rutinitas yang telah kita rindukan. Aamiin.


Tags : #BPNRamadan2020, BloggerPerempuan, Ramadan, Segera, Berlalu,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


⟵ Ingat-Ingat Bayar Zakat! Lebaran Hemat? Bisakah? ⟶


Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020
Ladies, Be Smart (And Beautiful)! 25 Mei 2020
Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah 21 Mei 2020
Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Jangan Sedih Girls. Masih Bisa Lakukan Ini! 19 Mei 2020
[Review] What Happened To Monday: Sebuah Refleksi Pentingnya Menancapkan Visi Untuk Keluarga 19 Mei 2020
Ingat-Ingat Bayar Zakat! 18 Mei 2020
Merapal Doa Sebelum Ia Tiada 17 Mei 2020
Lebaran Hemat? Bisakah? 16 Mei 2020
Kali Ini Kau Kujelang Dengan Kesendirian 15 Mei 2020
Mudik? Yay or Nay? 14 Mei 2020
Dalam Deru Rindu Yang Menggebu 13 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :