PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya?

13 Juni 2020 by Viki Wulandari


Beberapa waktu lalu sempat lewat di beranda linimasa-ku tentang sebuah ajakan untuk mulai gaya hidup yang lebih sehat, namanya #EatTheRainbow. Awalnya aku mengira bahwa ini adalah ajakan atau gerakan untuk mengkampanyekan tentang makan sayur dan buah untuk anak-anak kecil. Kita tahu bahwa anak kecil itu sangat sulit untuk disuruh makan sayur dan buah, makanya diakali dengan menyusun buah berdasarkan warna warni yang cantik biar mereka tertarik. Rupanya, gerakan ini gak untuk anak kecil, tapi juga digunakan untuk pola hidup sehat sebagai pola diet orang dewasa.


Anjuran untuk makan makanan yang berwarna-warni ini tujuan awalnya adalah heterogenitas konsumsi makanan yang kita makan. Sesederhana itu, tapi kemudian penelitian-penelitian banyak berkembang hingga ditemukan fakta-fakta ilmiah di balik gerakan #EatTheRainbow ini.


Kenapa Harus Rainbow?


‘Rainbow’ digunakan sebagai representatif warna makanan yang berwarna-warni. Kalau dulu waktu kita sekolah, yang terkenal adalah empat sehat lima sempurna ya. Sekarang sudah mulai bergeser dikit ke arah bergizi seimbang. Gizi seimbang ini bisa diperoleh dari mengkonsumsi makanan yang sehat dan beraneka ragam. Harus banget beraneka ragam ya? Jawabannya: iya. Karena kita tidak bisa mendapatkan asupan gizi yang seimbang dari satu jenis makanan saja.


Baca juga Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks


Mau lihat seperti apa gambarannya? Nonton yuk!



Yang unik dalam #EatYourRainbow ini adalah fakta bahwa setiap warna yang ada dalam buah dan sayur itu disebabkan oleh fitonutrien spesifik. Fitonutrien spesifik ini merupakan bahan kimia alami yang membantu menlindungi tanaman dari kuman, serangga, sinar matahari yang berbahaya, serta ancaman lainnya. Dengan kata lain, fitonutrien ini adalah sebuah pertahanan kimiawi yang unik oleh masing-masing jenis buah dan sayur.


Kajian Tentang 'Eating The Rainbow'


Demi menjangkau penasaran dan menunjang skill membaca lagi yang byarr pett sejak lulus kuliah dan beralih profesi jadi ibu rumah tangga, aku akhirnya memutuskan untuk membaca artikel-artikel biar sinapsis otakku gak kaku. Akhirnya nemu sebuah artikel di Journal of Nutrition and Metabolism, sebuah Review Article yang judulnya A Review of the Science of Colorful, Plant-Based Food and Practical Strategies for “Eating the Rainbow” yang ditulis Deanna M. Minich dari University of Western States, Portland tahun 2019 lalu, masih seger nih.


eat the rainbow


Tulisan review begini yang dulu di masa kuliah jadi santapan maknyuss. Lengkap, mantap dan jelas. Rasanya baca ini aja sudah cukup untuk mengentaskan sedikit kekakuan otakku yang mesti loading beberapa saat terlebih dahulu. Oke, kita bahas satu-satu ya.


eat the rainbow


Artikel ini menitikberatkan pada tinjauan warna makanan dan kaitannya dengan fungsi spesifik pada kesehatan untuk organ atau sistem dan fungsi tertentu. Meskipun dijelaskan bahwa tidak ada klasifikasi warna yang spesifik, namun pola ini tampaknya berlaku secara umum pada kesehatan manusia. Di dalamnya juga diulas satu per satu warna makanan dan fungsi kerja secara garis besarnya.


Red Food and Inflammation


Makanan yang berwarna merah ini diketahui mengandung banyak antioksidan dan karotenoid (misalnya astaxanthin dan likopen), sifat anti-inflamasi, dan banyak berperan dalam modulasi sistem imun seperti asam askorbat, fisetin dan kelas antosianin yang lebih luas. Radang yang kronis bisa jadi karena sistem imun yang tidak terkoordinasi dengan bagus. Kontrol tubuh yang kacau ini bisa jadi nantinya akan menyebabkan kelainan yang berkaitan dengan sistem imun. Apa itu? Kanker, kelaianan syaraf, hingga ke penyakit degeneratif lainnya. Tentang makanan-makanan apa yang dikategorikan ‘red-food’ ini, simak di bawah ya.


eat the rainbow


Orange Foods and Reproductive Health


Kalau makanan berwarna merah dikaitkan dengan kerja sistem imun, maka makanan yang berwarna orange ini erat kaitannya dengan kesehatan reproduksi karena dijelaskan adanya kaitan dengan aktivitas regulasi sistem endokrin yang ujungnya ya ke hormon. As we know, hormon itu adalah titah ampuh untuk mengatur hormon. Proses ini juga akan mempengaruhi kesuburan lewat ‘sabotase’ ovulasi, misalnya.


Baca juga It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide


Makanan yang mengandung warna orange, disebutkan mengandung senyawa karotenoid, yaitu antioksidan yang larut dalam lemak. Karoten ini penting untuk kesuburan pria karena sperma sangat rentan terhadap kerusakan oksidatif dan sangat membantu dalam memperbaiki kerusakan DNA pada sperma. Nah, buat yang lagi program hamil, gak ada salahnya untuk ikhtiar memperbaiki pola hidup sehat mulai sekarang ya. Makanan-makanan yang digolongkan dalam orange food ini bisa dilihat di bawah ini.


eat the rainbow


Yellow Food and Digestion


Pada bagian ini, rasanya aku lagi disindir-sindir nih. Soalnya aku punya masalah agak mengganggu di pencernaanku. Makanan-makanan yang digolongkan dalam yellow-food ini karena mengandung bioflavonoid yang bagus buat kesehatan pencernaan dengan cara mengendalikan aktivitas mikroba lambung seperti H. pylory. Kerja sama ini kemudian bisa meringankan kerja usus dan hati dalam detoksifikasi. Sepertinya aku harus mulai memantau makanan apa saja yang harus kukonsumsi untuk meringankan beban pencernaanku.


eat the rainbow


Green Food and Cardiovascular Health


Makanan yang tergolong green food ada di bawah. Selama ini kita hanya berfokus pada makanan yang berwarna hijau. Kebanyakan jika ada anjuran untuk makan sehat, maka yang terlintas di benak kita adalah sayuran yang hijau-hijau, padahal di luar itu masih banyak makanan bermanfaat lainnya. Dalam makanan berwarna hijau yang diketahui bagus untuk kesehatan kardiovaskuler (jantung, peredaran darah dan sirkulasinya) mengandung banyak vitamin K (phyllokuinon), magnesium, potasium, nitrat, dan folat.


Baca juga Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah


Disebutkan juga beberapa penelitian lainnya yang menyebutkan bahwa dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayur dalam makanan sehari-hari dapat menurunkan resiko hipertensi, jantung koroner, dan stroke.


eat the rainbow


Blue-Purple Food and Cognition


Makanan-makanan yang tergolong dalam blue-purple food ada di tabel. Penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan warna biru-ungu cenderung sangat berperan dalam kemampuan kognitif dan mempengaruhi mood. Sebagai contoh, anggur mempunyai phytochemical yang unik seperti asam fenolik, stilbena, anthocyanin dan proanthocyanin (jumlahnya bisa bervariasi berdasarkan varietas) dan dapat dibuktikan menghambat sel-sel kanker, mengurangi agregasi trombosit dan menurunkan kolesterol.


eat the rainbow


Dalam heart.org disebutkan sebuah challenge untuk mereka yang mau memperbaiki pola makannya untuk menajaga kesehatan, terutama jantungnya. Sebagai pemanasan, minggu pertama, challenge-nya berjudul ‘Challenge to Try Fruits and Vegetables of Different Colors’. Jadi kita ditantang untuk mengkonsumsi makanan yang berwarna berbeda-beda. Sekali lagi, kenapa kita dianjurkan untuk memperkaya warna makanan? Karena tidak ada makanan yang paripurna mengandung semua jenis zat gizi yang kita butuhkan. Makanya diusahakan seberagam mungkin untuk saling menutupi kekurangan asupan gizi kita sehari-hari.


eat the rainbow


Source: heart.org


Beberapa tips dari heart.org yang bisa dipraktikkan:


  1. Keep it colorful. Tantang dirimu sendiri untuk memakan makanan yang beraneka warna selama seminggu untuk membuatnya beragam dan memenuhi kebutuhan gizimu.
  2. Add it on. Tambahkan buah dan sayur pada makanan yang kamu sukai. Coba tambahkan beberapa potong buah di sereal yang kamu makan sebagai sarapan atau beberapa potong sayuran pada pizza.
  3. Mix them up. Cara olah yang berbeda juga bisa jadi kombinasi yang sempurna
  4. Try fruit pops. Kalau kamu suka makan es popsicles, bagus juga idenya dengan menggunakan buah segar yang dibuat jus lalu dibekukan semalaman. Bisa juga membuat es batu kotak dari jus buah segar yang kemudian dicampurkan dalam minuman kita. Seger kayaknya buat dinikmati pas cuaca panas.


Aplikasi Eat The Rainbow


Jaman now semuanya serba digitalisasi dan apapun sudah semudah dalam genggaman. Aplikasi untuk memudahkan kita memantau seberapa beragam makanan yang kita makan kini sudah ada tersedia di Google Play loh. Jadi kalau boleh bilang, semuanya sudah tersedia, tinggal kitanya yang niat mau apa enggak mengubah gaya hidup dan pola makan kita menjadi lebih baik.


eat the rainbow


Aplikasi ini dibangun berdasarkan bukti tentang manfaat diet nabati utuh yang diklaim dapat meningkatkan kesehatan dan dapat sekaligus menurunkan berat badan. Aplikasi ini membantu memvisualisasikan berbagai macam nutrisi dari makanan yang kita konsumsi.


Masalah bayaran? No! Aplikasi ini gratis alias gak berbayar buat para penggunanya.


Berangkat dari saran-saran ahli gizi, aplikasi ini kemudian dirancang untuk menyarankan orang agar memakan sayur dan buah yang berbeda-beda dan berwarna-warni. Aturan pakainya adalah dengan memilih target harian atau mingguan. Ahli gizi menyarankan untuk menetapkan target 10 makanan nabati yang berbeda setiap hari. Makanan target ini boleh dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, atau apa saja yang penting nabati.


Baca juga Dalam Tiga Lapis Kegelapan


Saya sendiri belum pernah mencoba aplikasi ini tapi penilaian dari user cukup baik.


eat your rainbow


Tertarik menerima challenge ini untuk menu makanan sehari-hari? Hayuk mulai dari yang kecil dan sedikit dulu, lama kelamaan juga akan jadi terbiasa mengkonsumsi makanan sehat.


 


Referensi bacaan:


Journal of Nutrition and Metabolism


https://www.thejoint.com


https://www.heart.org


http://lagizi.com/eat-the-rainbow/


https://bobo.grid.id


Google play


Tags : Food, Eat, Rainbow, Vegetables, Fruit, Health,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


⟵ [Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide ⟶


Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020
Ladies, Be Smart (And Beautiful)! 25 Mei 2020
Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah 21 Mei 2020
Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Jangan Sedih Girls. Masih Bisa Lakukan Ini! 19 Mei 2020
[Review] What Happened To Monday: Sebuah Refleksi Pentingnya Menancapkan Visi Untuk Keluarga 19 Mei 2020
Ingat-Ingat Bayar Zakat! 18 Mei 2020
Merapal Doa Sebelum Ia Tiada 17 Mei 2020
Lebaran Hemat? Bisakah? 16 Mei 2020
Kali Ini Kau Kujelang Dengan Kesendirian 15 Mei 2020
Mudik? Yay or Nay? 14 Mei 2020
Dalam Deru Rindu Yang Menggebu 13 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :