PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



Ingat-Ingat Bayar Zakat!

18 Mei 2020 by Viki Wulandari


Zakat adalah salah satu bagian dari rukun Islam yang lima, maka merupakan kewajiban bagi kita untuk membayar zakat bagi tiap-tiap jiwa yang ditetapkan yang sudah terpenuhi syarat-syaratnya. Khusus zakat fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang dilakukan pada bulan Ramadan sebelum Idul Fitri dilaksanakan. Zakat fitrah itu selain untuk mensucikan diri setelah menunaikan ibadah-ibadah di bulan Ramadan, juga bisa dimaknai sebagai bentuk kepedulian dan berbagi suka cita kepada mereka yang kurang mampu, membagikan rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari raya sehingga kemegahannya dapat dirasakan oleh semua orang.


Perintah Zakat Fitrah


Hadits yang menyebutkan tentang disyariatkannya zakat fitrah adalah hadits berikut. Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, ia berkata,


فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud, no. 1609; Ibnu Majah, no. 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)


jangan lupa bayar zakat fitrah


Dalam ayat Al-Qur’an yang mulia juga disebutkan tentang perintah berzakat ini,


خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ


Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)


Perintah tentang zakat ini rasanya sudah tidak perlu kita ragukan lagi, sebab ia adalah salah satu tiang dari tiang rukun Islam. Maka perintah untuk berzakat ini ada dimana-mana sesuai tuntunan syariat.


Berapa Besaran Zakat Fitrah?


Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap jiwa yang masih hidup di bulan Ramadan, yang beragama Islam dan memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya. Besaran yang ditentukan untuk dibayarkan sebagai zakat fitrah adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.


Ukuran zakat fitrah


”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan untuk dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied.” (HR. Bukhari, no. 1503 dan Muslim, no. 984)


Bolehkah Membayar Zakat dengan Uang?


Nah, rasa-rasanya sejak aku kecil tidak pernah kudengar ada perbedaan pendapat seperti ini. Apa karena memang aku masih kecil sehingga tidak mengerti, tapi semakin kesini ada orang-orang yang kemudian mengatakan bahwa membayar zakat fitrah itu harus dengan bahan pokok, bukan dengan uang tunai seperti yang selama ini dilakukan di lingkungan sekitarku. Bahkan ada juga yang menghukuminya haram loh.


Mari kita simak beberapa penjelasan yang saya rangkum dari beberapa sumber yang akan saya cantumkan di bawah nanti.


Pertama, mahzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali sepakat bahwa zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada penerima zakat dalam bentuk uang. Pegangan dalil ini adalah pada hadits riwayat Abu Said, “Pada masa Rasul shallallahu ala’ihi wasallam, kami mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ makanan, dan pada waktu itu makanan kami berupa kurma, gandum, anggur, dan keju.” (HR. Muslim, hadits nomor 985).


Pada hadits tersebut, para sahabat Nabi tidak mengeluarkan zakat fitrah kecuali dalam bentuk bahan makanan. Kebiasaan yang seperti ini merupakan sebuah dalil kuat bahwa zakat fitrah tidak dikeluarkan kecuali dengan bahan makanan pokok.


Abu Daud, murid Imam Ahmad menceritakan, “Imam Ahmad pernah ditanya dan aku pun menyimaknya. Beliau ditanya oleh seseorang, “Bolehkah aku menyerahkan beberapa uang dirham untuk zakat fitrah?” Jawaban Imam Ahmad, “Aku khawatir seperti itu tidak sah. Mengeluarkan zakat fitrah dengan uang berarti menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Al-Mughni, 4: 295)


Kedua, menurut mahzhab Hanafi, zakat fitrah boleh dibayarkan dalam bentuk uang. Pedoman dalil ini adalah pada firman Allah,


“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai”. (TQS. Ali Imran: 92)


Pada ayat tersebut, yang diperintahkan adalah menafkahkan sebagian harta yang kita cintai. Harta yang dicintai pada zaman Rasul adalah bahan pokok, sedangkan sekarang ini harta yang dicintai adalah berupa uang, sehingga mengeluarkan zakat fitrah bisa dengan menggunakan uang, bukan bahan pokok. Di samping itu, dengan menjaga kemaslahatan merupakan hal yang prinsip dalam Islam. Bagi orang yang mengeluarkan zakat fitrah, mengeluarkan zakat dalam bentuk uang itu dianggap lebih fleksibel dan simpel dibandingkan harus membeli beras terlebih dahulu lalu menyerahkan pada badan amil zakat. Sedangkan bagi penerimanya, dengan uang tunai akan lebih memudahkan untuk membeli keperluan lainnya.


Di Indonesia sendiri telah ada Badan Amil Zakat Nasional yang memimpin badan amil dalam penyaluran zakat. Baznas sendiri mengambil pendapat bolehnya membayar zakat dengan uang. Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 27 Tahun 2020 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Jabodetabek, ditetapkan bahwa nilai zakat fitrah setara dengan uang sebesar Rp40.000,-/jiwa. Baznas akan menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk beras kepada mustahik (penerima zakat).


Berdasarkan kedua pendapat tersebut, menurut saya yang kuat adalah pendapat pertama untuk mengutamakan kehati-hatian dalam menunaikan perintah agama. Akan tetapi jika membayar dengan bahan makanan dianggap berat dan ada hajat yang mendesak maka dibolehkan mengambil dasar kepada pendapat mahzhab Hanafi. Betapa Islam sangat memudahkan pemeluknya untuk menunaikan perintahnya. Wallahu ‘alam.


Hikmah Zakat Fitrah


hikmah zakat fitrah


Hikmah disyariatkannya zakat fitrah ada banyak sekali sebenarnya. Bahkan jika tanpa merangkumnya pun, kita sudah bisa merabanya dengan nalar sehat betapa zakat fitrah ini begitu adil bagi lapis-lapis kesejahteraan sosial di masyarakat. Di antara hikmah diperintahkannya syariat zakat fitrah ini adalah:


  1. Untuk menutupi kekurangan-kekurangan ibadah kita di bulan Ramadan yang masih belum sempurna. Zakat fitrah digunakan untuk menyucikan orang yang berpuasa agar ketika hari raya tiba layaknya bayi yang baru lahir, diampuni kesalahan dan dosa-dosanya.
  2. Untuk memberi makan kepada fakir miskin dan membagi kebahagiaan kepada mereka di hari raya sehingga mereka tidak perlu meminta-minta. Hari raya adalah hari kebahagiaan dan merayakan kemenangan, maka sudah selayaknya semua orang bergembira atas hari raya.
  3. Merupakan suatu bentuk berbagi kebaikan untuk menjembatani kesenjangan sosial antara yang kaya dan yang miskin.
  4. Ajang untuk meraup pahala dari Allah karena menunaikan zakat yang merupakan syariat dalam rukun Islam.
  5. Zakat fitrah adalah sebuah bentuk rasa syukur kita karena dimampukan dan dipertemukan dengan Ramadan.


8 Golongan Yang Berhak Menerima Zakat


Golongan yang berhak menerima zakat fitrah


Golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq) ada 8 golongan sebagaimana telah ditegaskan dalam ayat berikut,


إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu’allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At Taubah: 60).


Ayat ini dengan jelas menggunakan kata “innama” yang memberi makna hashr (pembatasan). Ini menunjukkan bahwa zakat hanya diberikan untuk delapan golongan tersebut, tidak untuk yang lainnya.


Rujukan bahan bacaan:


https://baznas.go.id/id/zakat-fitrah


https://rumaysho.com/13821-hikmah-zakat-fitrah.html


https://rumaysho.com/13821-hikmah-zakat-fitrah.html


https://islam.nu.or.id/post/read/91591/beda-pendapat-ulama-soal-hukum-zakat-fitrah-dengan-uang


Tags : #BPNRamadan2020, BloggerPerempuan, Zakat, Fitrah, Syarat, Besaran, Golongan, Penerima,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


Merapal Doa Sebelum Ia Tiada ⟶


Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020
Ladies, Be Smart (And Beautiful)! 25 Mei 2020
Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah 21 Mei 2020
Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Jangan Sedih Girls. Masih Bisa Lakukan Ini! 19 Mei 2020
[Review] What Happened To Monday: Sebuah Refleksi Pentingnya Menancapkan Visi Untuk Keluarga 19 Mei 2020
Ingat-Ingat Bayar Zakat! 18 Mei 2020
Merapal Doa Sebelum Ia Tiada 17 Mei 2020
Lebaran Hemat? Bisakah? 16 Mei 2020
Kali Ini Kau Kujelang Dengan Kesendirian 15 Mei 2020
Mudik? Yay or Nay? 14 Mei 2020
Dalam Deru Rindu Yang Menggebu 13 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :