Lelaki Superpower

12 Januari 2021 by Viki Wulandari


Waktu awal-awal remaja dulu, saya suka sekali kalau ada yang mengajak saya diskusi soal pandangan patriarki dan ‘kelihatan’ pinter di depan saya. Dengan penuh perhatian akan saya ladeni dan (tidak lupa) manggut-manggut karena memang saya senang dengan topik-topik yang bikin semangat kayak gitu. Saya merasa keren kalau udah mbahas soal kedudukan perempuan dan laki-laki. ‘Lu kira gue gak bisa, ha?”, gitu lah kira-kira.


Hingga saya tiba di suatu titik, orang-orang yang sering diskusi dengan saya tentang persamaan dan kesetaraan itu (menurut saya) mengusik terlampau jauh hingga mencatut ayat dalam kitab suci  yang Allah sendiri menyatakan diri akan menjaga kemurnian isinya hingga Hari Kiamat kelak. Frasa ‘Ar-rijalu qawwamu ‘alan-nisa’ (lelaki adalah pemimpin bagi perempuan) dalam Al-Qur’an itu dianggap sebagai ayat patriarki. Seolah-olah perempuan tidak punya posisi yang sama sehingga harus dipimpin oleh laki-laki. Kurang lebih seperti itu.


Baca juga Kenapa Sebaiknya Menikah dengan Yang Selevel?


Saya berbaik sangka bahwa barangkali pemahamannya tentang sebuah previlege seorang pemimpin belum dilihatnya secara utuh. Padahal di lain tempat, ada hadits yang sama-sama berbicara tentang kepemimpinan:


"Kullukum ra'in wa kullu ra' in mas'ulun 'an ra'iyyatihi"


”Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan tiap-tiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya”... (hingga akhir hadits)


Dari sini kita bisa lihat bahwa ada sesuatu yang lebih berat jika dibandingkan dengan HANYA sanjungan sebagai pemimpin, yaitu tanggung jawab. Lelaki yang merasa super power dengan posisinya sebagai pemimpin dalam rumah tangga lalu jumawa dan merasa tidak berkepentingan turun tangan terhadap urusan rumah tangga, maka sebenarnya dia sedang abuse of power, nggak meletakkan kekuatan pada tempatnya.


Baca juga Cerita Kondangan 'Melanggar Hukum'


Dalam sebuah tim, berhasil atau gagalnya misi tergantung bagaimana pemimpin mengkomando isi timnya. Mengamankan kondisi timnya dalam keadaan baik-baik saja. Kalau berhasil ya dianggap memang sudah kewajibannya, tapi jika gagal maka ia yang disalahkan. Beratnya kayak gini masih sempet ngopeni previlege? Nyoh, emplok’en!


Baca juga Menghormati Vagina


Meski beratnya tanggung jawab ada di pundak-pundak para pemimpin rumah tangga, tapi mereka tetap harus mengambilnya karena itulah peran yang telah Allah pilihkan. Dan sudah jadi ketentuan, bahwa apapun yang ditetapkan-Nya adalah karena kita dianggap mampu dan sanggup menjalaninya. Insyaallah.


Tags : Superpower, Laki-laki, Pemimpin, Patriarki,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


⟵ Purna Tugas Dua Tahun (Merasa) Memiliki ⟶


Tim Kaesang atau Tim (Mamaknya) Felicia? 09 Maret 2021
Purna Tugas 23 Januari 2021
Lelaki Superpower 12 Januari 2021
Dua Tahun (Merasa) Memiliki 20 Desember 2020
Cerita Kondangan ‘Melanggar Hukum’ 14 Desember 2020
Nursery Room yang Dirindukan 03 Desember 2020
Dimsum Anti GTM-GTM Club 12 Agustus 2020
Cinta di Perjalanan 03 Agustus 2020
Berkurban, Bukan Potong Sapi 31 Juli 2020
Pola Asuh Lintas Generasi 07 Juli 2020
Bekal Untuk Suami 01 Juli 2020
Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :