PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



Menghormati Vagina

18 April 2020 by Viki Wulandari


Linimasa sosial media saya akhir-akhir ini menjelma jadi lapak jualan. Saya tidak keberatan sama sekali karena memang kondisi seperti ini memang sangat cocok kalau jualan hanya lewat di beranda saja. Ada yang bikin saya geli dan sedikit tidak nyaman dengan copywriting dari satu dua orang yang lewat dan barangkali memang niatnya murni untuk jualan.


“Vag*na bau ikan asin, pantas aja suami susah disuruh #dirumahaja”. Hello bu, Anda sadar gak sih menuliskan itu? Atau itu hanya jurus copywriting jualan dari sono yang dicopas-copas ya? Tapi kan kendali share tetap ada pada kita. Aku kadang risih sekali dengan iklan ‘tongkat ajaib’ yang klaimnya bikin para wanita yang mulai pudar rasa percaya dirinya jadi penasaran.


Ya barangkali memang tidak salah, namanya juga iklan, sah saja menggunakan bahasa yang menarik bagi pelanggan, tapi kan itu dilihat orang banyak dan kamu adalah perempuan. Apa gak risih memberikan stereotip macam itu ke sesama perempuan?


Vagina memang masih sangat tabu dibicarakan di masyarakat kita. Bahkan para perempuan sendiri di kalangan mereka masih sangat sedikit yang teredukasi dengan baik. Di salah satu grup saya yang isinya perempuan semua, pernah membahas tentang vagina itu sebenarnya butuh perawatan macam apa saja? Beruntung di grup itu gabungan beberapa orang yang bisa menjelaskan dengan baik dari sisi kesehatan.


Jaga Kebersihan


Vagina itu bukan bunga yang selalu harus wangi. Dia punya pemikatnya sendiri, namanya feromon. Feromon itu adalah ‘parfum’ khas yang sudah khusus diciptakan untuk dikenali lawan jenis. Percayalah, cukup hanya dengan menjaganya tetap terawat dan bersih itu sudah cukup untuk membuatnya baik-baik saja dan memikat.


Perawatannya bagaimana? Islam sudah punya solusinya, Nona. Keren kan? Bahkan jauh sebelum ada yang jualan tongkat ajaib ala-ala macam itu, Islam sudah tahu bahwa perempuan itu akan merasa tidak pede dengan vaginanya sendiri.


Dari A’isyah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada sepuluh hal dari fitrah (manusia); Memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan istinjak (cebok) dengan air. ” (H.r. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa’i, dan Ibn Majah).


 An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): “Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).


Jaga Kehormatan


Islam jauh sebelum wanita heboh saling bully dengan masalah vagina, sebenarnya sudah ada solusi yang fundamental, yaitu menjaganya dengan iffah. Memiliki rasa malu dan menjaga kehormatan adalah salah satu upaya menghormati vagina. Rupanya penjagaan Allah sudah begitu berlapis dengan perintahnya menjaga kehormatan wanita. Selain norma sosial di masyarakat, ini juga adalah salah bentuk penghargaan kita kepada anugerah vagina yang sudah diberikan ke perempuan.


Jaga Kesetiaan


Tidak ada suatu yang patut dijunjung tinggi dalam sebuah pernikahan selain kesetiaan yang mengikat kedua belah pihak. Aku pernah menonton wawancara Najwa Shihab dengan salah satu istri oknum TNI yang qadarallah mengidap HIV/AIDS atau ODHA. Yang diwawancarai adalah istrinya, sedangkan suaminya? Sudah meninggal karena HIV/AIDS. Dalam wawancara itu, begitu sedihnya beliau menuturkan bahwa dia menjadi ODHA tanpa tahu apa-apa.


Ceritanya, suaminya tidak jujur(dan melarang dokternya memberitahu siapapun) bahwa ia sakit karena imunnya drop sebab HIV/AIDS. Setelah meninggalnya si suami, dokternya baru memberitahukan kepada istrinya bahwa ia dan anaknya harus segera tes HIV/AIDS. Sayangnya, istri dan anaknya positif tertular. Satu hal yang aku kagum dan salut pada istrinya setelah mengetahui bahwa ia positif HIV dalam keadaan janda adalah mengumpulkan keluarga besar suaminya dan keluarga besarnya untuk mengklarifikasi keadaan yang sebenarnya. Ia membuka pembicaraan bahwa ia positif HIV karena suaminya pernah pendidikan di luar kota dan mencicipi ‘jajan’ di luar. Ia tidak mau keluarga besarnya berprasangka bahwa ia adalah wanita tidak benar.


Yang saya salut lagi dari ibu itu adalah ia menjaga kesetiaannya hingga harus berkorban seumur hidupnya melawan stigma. Belum lagi anaknya juga yang masih kecil. Silakan nonton jika ada kesempatan betapa kita diajarkan bahwa kesetiaan adalah penjaga paling ampuh untuk sebuah pernikahan.


Menjaga kesetiaan dengan pasangan halal itu bukan hanya untuk menjaga tatanan sosial di masyarakat, tapi juga obat untuk menjaga keseimbangan agar penyakit-penyakit itu tidak menjadi momok yang menghantui seumur hidup.


Vagina itu tidak perlu parfum wangi, ia sudah punya feromonnya sendiri


Jaga kesehatan, jaga kehormatan, jaga kesetiaan


Hanya berhubungan dengan satu pasangan saja


Maka kesehatan vagina akan senantiasa terjaga. Dijaga oleh Allah dengan sebaik-baik penjagaan.


Tags : Vagina, Stigma,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :




Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020
Ladies, Be Smart (And Beautiful)! 25 Mei 2020
Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah 21 Mei 2020
Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Jangan Sedih Girls. Masih Bisa Lakukan Ini! 19 Mei 2020
[Review] What Happened To Monday: Sebuah Refleksi Pentingnya Menancapkan Visi Untuk Keluarga 19 Mei 2020
Ingat-Ingat Bayar Zakat! 18 Mei 2020
Merapal Doa Sebelum Ia Tiada 17 Mei 2020
Lebaran Hemat? Bisakah? 16 Mei 2020
Kali Ini Kau Kujelang Dengan Kesendirian 15 Mei 2020
Mudik? Yay or Nay? 14 Mei 2020
Dalam Deru Rindu Yang Menggebu 13 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :