PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah

21 Mei 2020 by Viki Wulandari


Dulu waktu saya kecil, termasuk anak yang beruntung. Susu yang saya minum, dipilihkan oleh orang tua susu terbaik dan termahal di zamannya. Multivitamin di tahun 2000-an yang paling sultan itu seingatku ya Sco*t Em*lsion. Saya? Entah sudah berapa botol yang saya tenggak. Ini adalah gaya parenting zaman mamak saya jadi ibu.


Lain lagi di zaman parenting mbah saya. Kata mamak, boro-boro peduli empat sehat lima sempurna, prinsip utama yang terpenting adalah nasinya banyak, perutnya kenyang. Alhamdulillah. Waktu itu belum ada tuh ajaran menu MPASI bintang-bintangan. Di zaman parenting mbah saya, ya gaya pengasuhan seperti itu yang terbaik.


Lalu bagaimana di zaman parenting saya sebagai ibu sekarang?


Ilmu pengetahuan berkembang pesat. Ilmu parenting sekarang bisa diakses siapa saja yang mau. Sekarang zamannya informasi digital. Arus informasinya deras gak bisa dibendung. Orang saling debat, menyalahkan, dan judged satu sama lain, bahkan dalam satu lingkaran keluarga.


Tentang gaya parenting yang salah satu contohnya adalah pola pemberian makanan dan suplai gizi, yang lagi hits ya menu empat bintang. Zaman now, pemberian susu formula ke anak itu malah dibatasi. Sudah bukan seperti zaman saya dulu yang kaleng susu bubuknya sampai berkarung-karung. Eh ini cerita benaran, aku masih ingat. Dulu itu, orang masih parut kelapa secara manual. Nah parutnya itu biasanya dari kaleng susu bubuk merek Danc*w, Enfagr*w, Sustag*n dll. Saking banyaknya kaleng susuku, orang kalau mau cari kaleng buat parut, rekomendasinya ya ke rumahku. Ternyata aku pernah sesultan itu, gaes?! Wkwkwkwk


Aku sadar bahwa gaya pengasuhan yang kuberikan kepada anakku tidak sempurna tapi setidaknya itulah yang kuanggap terbaik yang aku bisa DI ZAMAN INI. Aku pun tidak menyalahkan orang tuaku dengan gaya pengasuhan mereka di zamannya karena aku yakin begitulah yang terbaik DI ZAMANNYA DULU. Kepada Humaira pun, barangkali kelak gaya pengasuhan yang kuberikan sudah out of the date, dan ia berhak menentukan gaya pengasuhan untuk anaknya DI ZAMANNYA KELAK. Kalau sekarang aku belajar parenting tentang menu empat bintang, Montessori, Fitrah Base Education, itu semua hanya tools yang kuanggap baik saat ini. Tapi 20 tahun lagi? Who knows? 


Memang harus kuakui bahwa ada beberapa sisi pola asuh yang aku kurang setuju dengan orang tuaku atau mertuaku. Tapi sekali lagi, saya yakin mereka sudah melakukan yang terbaik saat itu hingga saya dan suami bisa menjadi sekarang ini. Dan nanti, aku juga harus berlapang dada jika dalam pola asuhku sekarang, di masa depan akan menjadi sisi yang dianggap sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman.


Salah satu alasan kenapa aku tidak setuju anak-anak diasuh full oleh mbahnya adalah ini. Jawabannya: karena gaya pengasuhan anak kita sudah terlampau melintasi garis waktu yang terlalu rentang. Zaman silih berganti begitu cepat, sementara pola pengasuhan masih jalan di tempat. Idealisme saya menyala, bahwa gaya pengasuhan orang tua ke anak itu tidak bisa diintervensi. Menerima masukan pola asuh boleh, tapi yang menyaring adalah kita sebagai orang tua. Bukan saya merasa paling iyes sebagai orang tua masa kini, tapi mengejar rentang waktu yang lebih dari 50-70 tahun itu terlampau jauh sementara anak-anak bertumbuh sangat cepat. 


Menjadi ibu itu harus menyiapkan satu ruang di hatinya untuk legowo menerima kenyataan dan menerima judgement dari pihak lain. Akan selalu ada yang mempertanyakan hingga menyalahkan pola asuh kita. Makanya belajar, agar bisa tegak berdiri konsisten dalam menganut gaya pengasuhan anak yang mana. 


Menjadi ibu harus siap salah, entah sekarang atau nanti. Tapi satu yang harus tetap diingat setiap anak bahwa birrul walidain itu perintah yang tidak bisa ditawar, seburuk apapun kamu menilai orang tua. Meski barangkali kamu menganggap, "Aku begini karena orang tuaku dulu begitu", "Mertuaku melakukan itu sehingga suamiku begini", tapi jika tidak ada mereka maka siapalah kita ini. Kitapun sudah merasakan bagaimana payah dan susahnya menjadi orang tua, maka percayalah, semua orang tua mau yang terbaik untuk anaknya.


"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak..." (TQS. Al-Isra': 23)


Sharing is caring 🌻


Tags : Parenting, Parentime, Ibu, Pola, Pengasuhan,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


⟵ Ladies, Be Smart (And Beautiful)! Apa Yang Dicari dalam Sebuah Pernikahan? ⟶


Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020
Ladies, Be Smart (And Beautiful)! 25 Mei 2020
Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah 21 Mei 2020
Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Jangan Sedih Girls. Masih Bisa Lakukan Ini! 19 Mei 2020
[Review] What Happened To Monday: Sebuah Refleksi Pentingnya Menancapkan Visi Untuk Keluarga 19 Mei 2020
Ingat-Ingat Bayar Zakat! 18 Mei 2020
Merapal Doa Sebelum Ia Tiada 17 Mei 2020
Lebaran Hemat? Bisakah? 16 Mei 2020
Kali Ini Kau Kujelang Dengan Kesendirian 15 Mei 2020
Mudik? Yay or Nay? 14 Mei 2020
Dalam Deru Rindu Yang Menggebu 13 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :