PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks

23 April 2020 by Viki Wulandari


Aku bukan mempermasalahkan kenapa laki-laki kebanyakan lebih terbuka dengan persoalan sex dibandingkan perempuan. Pasti jawabannya karena memang otak mereka didesain begitu. Belakangan ini ahli neurologi yang lagi booming dan videonya ada dimana-mana kan bilangnya juga begitu. Laki-laki memang sudah fitrahnya suka pada hal yang ‘indah-indah’. Tapi aku sudah pernah sedikit cuap-cuap tentang marital rape atau perkosaan dalam rumah tangga. Buat yang menganggap marital rape itu untuk lucu-lucuan, kalian boleh stop baca tulisan ini.


Sudah lama aku menyadari kalau well scholed itu tidak berarti well educated. Bahkan banyak orang-orang yang well scholed masih saja menganggap bahwa ngomongin seks pada perempuan itu masih tabu dan dipertanyakan urgensinya. Barangkali selain adab, laki-laki insecure yang menganggap marital rape itu lelucon, juga masih sangat minim edukasi tentang bagaimana otak perempuan menghadapi perilaku seks.


Area Penting, Namanya Amigdala


Satu fakta yang harus pertama kali diterima oleh perempuan adalah, bahwa untuk memunculkan gairahnya dan siap untuk melakukan seks adalah dengan ‘memadamkan’ otaknya di wilayah yang disebut amigdala. Amigdala ini adalah pusat rasa takut dan rasa cemas. Kekhawatiran-kekhawatiran tentang pekerjaan, urusan anak-anak, dan semua yang membuat amigdala menyala itu sangat mengganggu irama untuk menuju kesiapannya dalam berhubungan.


Hasil penelitian pemindaian MRI yang disebutkan dalam Female Brain-nya Louann Brizendine mengungkap bahwa sirkuit-sirkuit dalam otak perempuan dalam keadaan normal itu menyala sangat aktif. Ketika seorang perempuan mulai siap untuk bercinta, maka banyak bagian dari otaknya yang menjadi pusat stres, tekanan, kecemasan berangsur-angsur padam dan sisi kesenangan, kebahagiaan akan mulai diaktifkan. Jadi, mekanismenya mirip-mirip dengan cara kerja saklar lampu. Secara sederhana, saklar stres dan tekanan itu harus off untuk meng-on-kan saklar kesenangan dan kebahagiaan.


Sedikit Kesalahan Saja Sudah Bisa Membangunkan Amigdala


Pernah gak sih, dalam perjalanan menuju puncak lalu tiba-tiba perempuan kehilangan mood dan suasana menjadi rusak? Uniknya, sesuatu yang sedikit saja sudah bisa menyentak amigdala untuk ‘bangun’ dan membubarkan suasana. Ketika amigdala on, maka sirkuit-sirkuit otaknya akan kembali terisi dengan hal-hal yang membuatnya tidak nyaman untuk melanjutkan aktivitas bercinta. Seorang perempuan itu harus dibuat untuk merasa menginginkan seks. Disebutkan dalam penelitian ini bahwa setidaknya, mood dan kestabilan emosinya harus dijaga jauh sebelum ajakan bercinta benar-benar dimulai.


Jadi Bro, cokelat, bunga, jalan-jalan, pujian dan perasaan aman itu manjur. Teruskan! Jangan kayak hewan main seruduk aja gak tahu permisi. Berarti tidak berlebihan kalau suami dikatakan gentle itu adalah laki-laki yang pandai menjinakkan amigdala perempuannya untuk tetap off. Keep smooth!


Gak Sekedar Fakta Ilmiah


Islam sudah punya tuntunan untuk yang satu ini. Memang dasarnya agama fitrah, sudah didesain cocok untuk semua jenis manusia dan petunjuknya berlaku universal. Rambu-rambu dalam bercinta pun sudah dibocorkan bahwa pemanasan itu perlu. Untuk apa? Ya jelas untuk meng-off-kan saklar amigdala dong!


“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan...(hingga akhir hadits)” (HR. At-Tirmidzi).


Rasulullah saja lembut kepada istrinya, masa ente dengan seenaknya keluarkan hadits pusaka tiap kali istri mengeluh tentang pekerjaannya seharian ini.


"Jika suami mengajak tidur istrinya, lalu sang istri menolak, yang menyebabkan sang suami marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri tersebut sampai pagi tiba." (HR Bukhari dan Muslim).


Aku curiga jangan-jangan pelaku marital rape sudah membaca tentang hadits laknat ini tapi belum baca soal foreplay yang dianjurkan sebelum bercinta. Payah! Ditolak bercinta itu emang gak enak, tapi lebih gak gagah kalau kau memaksa melakukan marital rape dan kekerasan seksual bahkan kepada perempuan yang sudah berkali-kali bertaruh nyawa melahirkan anak-anakmu. Perempuan yang kau ambil dengan nama Allah, dia itu manusia.


Semoga dengan edukasi kayak begini, para suami semakin mengerti mekanisme saklar amigdala dan mulai sadar diri lalu mau sama-sama berkomunikasi memperbaiki kualitas hubungan. Semoga WFH Anda tidak berlalu sia-sia!


Tags : Amigdala, Female, Brain, Sex,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


⟵ Tangis Rasulullah di Thaif


Nursery Room yang Dirindukan 03 Desember 2020
Dimsum Anti GTM-GTM Club 12 Agustus 2020
Cinta di Perjalanan 03 Agustus 2020
Berkurban, Bukan Potong Sapi 31 Juli 2020
Pola Asuh Lintas Generasi 07 Juli 2020
Bekal Untuk Suami 01 Juli 2020
Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020
Ladies, Be Smart (And Beautiful)! 25 Mei 2020
Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah 21 Mei 2020
Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Jangan Sedih Girls. Masih Bisa Lakukan Ini! 19 Mei 2020
[Review] What Happened To Monday: Sebuah Refleksi Pentingnya Menancapkan Visi Untuk Keluarga 19 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :