PARENTIME

SELF REMINDER

CUAP - CUAP

NIKAH ASIK

JALAN BARENG

SCHOLARSHIP



Lebaran Hemat? Bisakah?

16 Mei 2020 by Viki Wulandari


Konon, perputaran uang paling cepat untuk memacu pertumbuhan ekonomi adalah pada saat Ramadan dan lebaran tiba. Entah benar atau tidak, tapi perputaran uang itu memang dirasakan cukup deras saat-saat puasa dan lebaran, kan? Tidak bisa dipungkiri memang, kebutuhan saat puasa dan lebaran meningkat. Dari hal yang tidak dibeli saat hari biasa, saat lebaran rasanya adalah sebuah kebutuhan.


Menyiasati hal itu, ada kalanya kita sebagai ibu rumah tangga harus punya strategi khusus untuk mengatur keuangan keluarga, apalagi ditambah masa pandemi seperti ini. Kita harus bisa memutar otak agar keuangan keluarga tetap aman dan kita bisa berlebaran dengan nyaman.


Pertimbangkan Kembali Antara Kebutuhan dan Keinginan


Saya jauh-jauh hari sudah mengantisipasi keadaan ini. Jika pandemi ini belum berakhir, maka kami akan memutuskan untuk berlebaran di Makassar saja, tidak pulang ke kampung halaman.


Baca juga Mudik? Yay or Nay?


Kebutuhan dan keinginan seringkali menjadi kabur dan samar saat-saat seperti ini. Bisa jadi di hari-hari biasa, baju baru hanya sekedar keinginan, tapi menjelang lebaran tiba-tiba menjelma menjadi sebuah kebutuhan, terutama untuk anak-anak. Untuk orang dewasa, barangkali kita masih bisa menahan untuk tidak dulu membeli baju baru karena baju tahun lalu masih bagus dan layak dipakai lagi, tapi bagi anak-anak, hal ini masih sulit untuk dijelaskan.


antara kebutuhan dan keinginan


Baca juga Baju Baru Alhamdulillah, Tak Baru pun Tak Apa-Apa


Kebuatuhan dan keinginan lainnya juga pada porsi makanan. Kadang di hari biasa, masakan daging itu keinginan, tapi di saat lebaran rasanya sebuah keharusan sebab untuk mengobati kangen pada rumah orang tua yang biasanya masak makanan serupa.


Beri Pengertian Ke Anggota Keluarga


Saat-saat susah seperti ini, rasanya tidak ada yang lebih disyukuri dibanding pengertian satu sama lain dalam anggota keluarga. Kekompakan dalam memahami kondisi sekarang ini sangat diperlukan. Orang tua sudah seharusnya memberikan pengertian bahwa kita sedang dalam kondisi yang mengharuskan berhemat. Bagaimanapun, di luar sana masih banyak yang tidak seberuntung kita. Makanya, berfoya-foya dan bersuka cita berlebihan dengan memborong perlengkapan lebaran seperti biasa itu agak tidak cocok untuk sekarang ini.


Jika anggota keluarga sudah saling paham satu sama lain, maka komunikasi untuk mengatur strategi keuangan akan berjalan lebih ringan. Sebab, tidak ada anggota keluarga yang merasa kenapa lebaran ini tidak seperti lebaran biasanya.


Prioritaskan Pengeluaran


Membuat skala prioritas tidak hanya berguna saat kondisi ekonomi sedang susah, tapi juga sangat membantu untuk mengatur keuangan keluarga setiap saat. Dengan mengatur skala prioritas, kita bisa menentukan besaran untuk kebutuhan pakaian, makanan, dekorasi rumah, sedekah, zakat, dan pengeluaran-pengeluaran lainnya.


zakat fitrah


Pos-pos pengeluaran, semuanya harus dicatat. Terlebih lagi, jangan sampai lupakan zakat fitrah, zakat mal, dan sedekah-sedekah lainnya di bulan mulia ini. Kita harus masih terus merasa bersyukur karena di tengah kondisi seperti ini masih bisa menikmati bulan Ramadan dengan kesehatan dan tabungan yang memadai. Ada banyak orang di luaran sana yang untuk makan hari ini saja masih diupayakan.


Menabung


Meski rasanya sudah sangat terlambat untuk menabung di saat sekarang ini, tapi ini masih relevan jika akan digunakan sebagai pelajaran di masa yang akan datang. Menabung bebrapa rupiah dari penghasilan per bulan untuk digunakan pada saat lebaran sangat membantu untuk mengurangi beban yang tiba-tiba harus dikeluarkan bulan itu juga. Aku juga baru dapat tips ini dan baru akan memulainya untuk lebaran tahun depan insyallah kalau panjang umur.


menabung mulai sekarang


Source : freepik


Tiap bulan aku akan menabung khusus untuk isi angpau ponakan-ponakan dan saudara, karena ini adalah porsi pos pengeluaran terbesar saat lebaran. Tiap bulan aku akan menyisihkan untuk kemudian digunakan saat lebaran tiba. Lumayan, jika sebulan bisa menabung 200-300ribu untuk persiapan, tahun depan sudah terkumpul sekitar 2-4 jutaan asal konsisten. Nominal ini sudah cukup besar jika hanya untuk isi angpau, insyaallah sudah cukup buatku. Rencana ini akan mulai dilaksanakan ba’da lebaran nanti. Semoga terealisasi seuai rencana agar beban lebaran tidak menumpuk di THR dan akhirnya tak bersisa sama sekali. Hehe


Lebaran memang datang hanya sekali setahun, makanya kadang orang merayakan dengan suka cita dan sudah punya planning keuangan yang matang untuk menyambutnya. Lalu kenapa kita tidak bisa? Yuk, mulai dari sekarang merancang keuangan untuk lebaran dari sekarang!


Tags : #BPNRamadan2020, BloggerPerempuan, Hemat, Lebaran, Zakat, Pengeluaran,


Bagikan Artikel ini :


BACA JUGA :


⟵ Merapal Doa Sebelum Ia Tiada Kali Ini Kau Kujelang Dengan Kesendirian ⟶


Genetika Jodoh 20 Juni 2020
[Review] Extraction (2020), Kenangan Yang Lebih Mahal Dari Pengkhianatan 16 Juni 2020
Gerakan Eat The Rainbow Untuk Asupan Gizi Lebih Baik, Gimana Ceritanya? 13 Juni 2020
It is A Girl: Film Dokumenter Tentang Budaya Patriarki Hingga Mengungkap Fakta Female Infanticide 04 Juni 2020
Dalam Tiga Lapis Kegelapan 27 Mei 2020
Ladies, Be Smart (And Beautiful)! 25 Mei 2020
Jadi Ibu Itu Harus Siap Salah 21 Mei 2020
Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Jangan Sedih Girls. Masih Bisa Lakukan Ini! 19 Mei 2020
[Review] What Happened To Monday: Sebuah Refleksi Pentingnya Menancapkan Visi Untuk Keluarga 19 Mei 2020
Ingat-Ingat Bayar Zakat! 18 Mei 2020
Merapal Doa Sebelum Ia Tiada 17 Mei 2020
Lebaran Hemat? Bisakah? 16 Mei 2020
Kali Ini Kau Kujelang Dengan Kesendirian 15 Mei 2020
Mudik? Yay or Nay? 14 Mei 2020
Dalam Deru Rindu Yang Menggebu 13 Mei 2020

--Lihat Artikel Lainnya --



Saya ibu satu anak yang senang menuliskan kegiatan sehari-hari saya dan berharap orang lain mendapatkan kebaikan dan hikmah darinya. Saya juga menulis beberapa artikel mengenai perjalanan saya di beberapa tempat.


Website ini adalah tempat saya menuangkan ide dan pendapat tentang suatu hal. Saya juga menerima advertorial. Contoh yang pernah saya kerjakan bisa dilihat disini. Untuk sharing atau bussiness inquiries, bisa email saya di viki.woelandari@gmail.com. Happy reading!


Find Me On :




Silakan Contact untuk mendapatkan e-book ini secara gratis dari saya


Kenapa Pilih Backpacker-an? 
Kenapa Menikah Sebaiknya dengan Yang Selevel? 
Menghormati Vagina 
Ngomongin Otak Perempuan Wilayah Seks 
Gymball Untuk Ibu Hamil 
My First Capsule Hotel 

Proudly Part of :